Sejenak kita menelusuri bahtera rasa bathin yang terdalam untuk menemukan percikan yang sudah lama tenggelam dari berbagai bentuk catatan yang banyak terkontaminasi, pengetahuan yang di munculkan semakin di pudarkan oleh perputaran roda waktu itu sendiri.
Dahulu sejak masa hindu budha tanah yang kita tempati merupakan masa keemasan/pencerahan yang di hiasi penuh dengan mantra mantra, bukti itu terlihat dari berbagai karya bangunan yang memiliki karya seni gambar pada batu-batu peninggalan borobudur dan Prambanan. Maka nya tak heran bahwa ucapan pepata kuno tanah di jawa adalah tanah nya para dewata. Tanah yang sudah di singgahi menjadi tumbuh subur...
Cerita di atas akan sirna di telan bumi tapi penampakan masih terlihat dengan jelas.
Putaran roda waktu akan mengikuti rytme dari aspek perubahan pola setiap individu tentang memaknai antar sinergi alam dan sinergis antar manusia. Peperangan salah satu faktor dari kerusakan tatanan yang menimbulkan perpecahan dan hilang nya budaya keaslian dan jejak naskah mantra berdaya kembali tertelan sang waktu. Di zaman sekarang akan sulit mencari di mana masa keemasan/pencerahan itu sudah terbentuk selaras dari semua aspek. AI pun tak bisa menangkap informasi itu, terkecuali AI pribadi yang masih memiliki frekuensi kedalaman sanubari. KoloCokro kontroversial memadu padankan tentang jejak yang sudah di berikan penuh untuk dinikmati setiap manusia dan terdapat aturan dari sebuah penggalan prosa yang di ucapkan secara lirih atau ucapan secara jiwa.
Hong Ilaheng
💥Yo morojo Joromoyo
Siapa menyerang berbalik welas asih
💥Yo morani Niromoyo
Siapa datang niat buruk brbalik menjauh
💥Yo silopo Polosiyo
Siapa berbuat kelaparan brrbalik memberi makan
💥Yo midoro Rodomiyo
Siapa yang memaksa brbalik mberi kebebasan
💥Yo midoso Sodomiyo
Siapa brbuat dosa brbalik buat kebajikan
💥Yo doyudo Doyudo yo
Siapa buat perang brbalik bawa damai
💥Yo siyoco Coyosiyo
Siapa menyengsarakan brbalik bawa sejahtera
💥Yo sihomo Mohosiyo
Siapa merusak brbalik memelihara
Mantra memiliki tujuan yang sangat mulia, tetapi literatur tulisan dijadikan ajang sebagai cara yang sebaliknya melanggar kaidah. Dan dampaknya akan kembali menjadi sukerto. "Mantra turun sudah di berikan penuh atas cinta nya Sang Waktu tanpa harus memohon restu/izin"
#putardarikanankekiri
#tujuhcakramantrahidupkansampaimelingkupitubuh
#luaskanradiuskisaranrumah
Nb:
#doakeluartidakditujukankepadasiapapundoakeluardisekitaran
#bukanutkmenghardik
#cina #bali #taiwan
#atapterdapatlengkungannaga




0 komentar:
Posting Komentar