Comments

SILAHKAN APPLY KTA ANDA DAN KAMI RESPON CEPAT DENGAN SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU. TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA MOHON SIMPAN BLOG INI SEBAGAI REFERENSI HUB 0896-6212-0969 BUNGA RINGAN PROSES CEPAT
Tampilkan postingan dengan label Satrya Pinandhita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satrya Pinandhita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2020

BERPOLITIK TANPA BERKOMPETISI


https://iwanpertama.blogspot.com/Iwan Pertama | Partai Politik yang sedang dalam proses untuk dirikan, diupayakan sesungguh-sungguhnya untuk memperkenalkan praxis politik yang benar-benar berbeda. Diantaranya adalah berpolitik tanpa kompetisi, tanpa upaya mengalahkan apalagi menjatuhkan pihak lain. Mungkinkah? Tidakkah ini cuma gagasan utopia?

Begini, saat manusia hidup masih dengan egonya, fokus kesadarannya ada di pikirannya, maka ia akan terjebak dengan pola hidup untuk memenuhi keinginan egoistiknya. Ia tak mengenal rancangan agung, rumusan tentang jatah. Ia akan memaksakan diri untuk meraih keinginan itu. Karena obyek keinginan itu juga menjadi keinginan orang lain, terjadilah kompetisi. Maka ada yang menang dan kalah. Itulah yang kemudian menjadi watak demokrasi modern. Para politisi berebut suara, jabatan dan kekuasaan.

Tragedi kemanusiaan kemudian muncul dari sektor politik karena upaya menjadi pemenang dalam proses kompetisi kemudian dilandasi keserakahan dan karakter angkara lainnya. Terjadilah kompetisi yang busuk, upaya mengalahkan pihak lain yang menghalalkan semua cara.

https://iwanpertama.blogspot.com/

Justru ini yang mau dirombak. Para kader partai yang dirikan Setyo Hajar Dewantoro akan digembleng untuk bisa hidup dalam kesadaran spiritual, agar mereka bisa nyuwung sehingga luruh segala keinginan egoistik. Maka setiap kader bergerak hanya untuk melakukan yang terbaik, menjadi diri sendiri dalam versi terbaik. Berpolitik bukan untuk berebut apapun tapi untuk gotong royong, kolaborasi membangun bangsa. Saat sudah melakukan yang terbaik maka kita akan mencapai rancangan agung. Kita hanya menjemput jatah. Jika jatahnya jadi anggota dewan ya biarlah terjadi. Jika jatahnya jadi Presiden ya biarlah terjadi. Jika bukan jatahnya ya sudah gak usah gela, berarti ada tugas dan jatah lain. Maka politik kemudian menjadi wahana menempa jiwa.

Baca Juga :

TUTORIAL SATOSHI BTC SECOND PROJECT

MENGENAL TOKOH SRI MULYONO HARTONO

PEMUDA BERKARYA LEWAT SANGKAMI

MERAYAKAN HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS DI ERA MILENIAL


Bisakah ini terjadi?

Setyo Hajar Dewantoro sudah buktikan bertahun-tahun bahwa saya hidup tanpa kompetisi, dan saya berhasil membuat murid2 saya banyak yang mencapai tataran itu.

Bangsa kita sudah punya modal besar untuk menjadi bangsa yang besar dan jaya. Modal dasar itu adalah Pancasila sebagai dasar negara dan jalan hidup bagi bangsa Indonesia. Kita hanya perlu bekerja memastikan Pancasila ini dihayati dengan sungguh-sunguh. Api Pancasila harus menyala di dalam sanubari setiap warga negara Republik Indonesia.

Inilah pekerjaan Bung Karno dan para founding fathers lainnya yang tertunda: membangun manusia Indonesia yang berbudaya sesuai jatidiri. Untuk meraih kejayaan sebagai sebuah negara dan bangsa, DNA keagungan bangsa Nusantara harus dibangkitkan. Setiap orang mesti menghayati ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menyelami keneningan hingga tumbuh kesadaran bahwa kita semua berasal dari sumber yang sama, dilimpahi kasih murni dan anugerah dengan tanpa diskriminasi. Kesadaran ketuhanan ini yang memunculkan keterhubungan dengan Diri Sejati yang merupakan esensi dari jatidiri setiap manusia. Ini yang menjadi fondasi bagi spirit hunanisme universal, rasa persatuan yang mengekspresikan spirit Bhinneka Tunggal Ika, kehidupan yang selalu tertuntun hikmat kebijaksanaan, dan buahnya adalah kesejahteraan bagi semua.

Rancangan agung pada DNA bangsa Indonesia adalah menjadi bangsa spiritual, bukan bangsa yang fanatis pada agama, tetapi juga tidak terjebak pada materialisme yang mengabaikan nilai-nilai luhur yang berakar pada keterhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sudah saatnya Indonesia bangkit, kembali menjadi bangsa yang besar, dengan landasan kebudayaan yang sesuai jatidiri.

Mengikuti dinamika di Republik ini, dalam tuntunan Sang Sumber Kehidupan, saya mendirikan partai baru yang diberi nama Partai Gemah Ripah. Visi partai ini adalah Indonesia menjadi Garuda Asia.

Hari ini tiba waktunya saya mengumumkan nama partai yang dirikan Setyo Hajar Dewantoro: Partai Gemah Ripah. Nama ini muncul saat hening di Seminyak Bali. Partai ini menjadi wahana menyatunya kekuatan para patriot di Nusantara yang masih punya raga, dengan para leluhur agung yang pastinya masih peduli pada nasib negeri ini.

Semua pengambilan kebijakan di partai ini didasarkan pada Hikmat Kebijaksanaan. Kita hening untuk mendapat tuntunan dari Diri Sejati.

Maka semua kader partai memang harus setia menyelami keheningan. Hanya dengan jiwa yang murni kita bisa membangun Indonesia Raya yang Jaya.

Lewat keberadaan para patriot bangsa yang di dadanya menyala api Pancasila, Indonesia bisa menjadi Garuda Asia.

Selanjutnya kita terus berproses untuk memenuhi ketentuan dari Pemerintah RI.

Mulai hari ini, saya dengan dibantu jiwa-jiwa yang murni, bekerja keras menyiapkan partai ini agar sah secara hukum dan bisa mengikuti Pemilu 2024.


ng tergerak dan selaras mari bergabung.

Bisa hubungi WA: 0812 8326 9183

Posted on Juli 09, 2020 by Iwan Pertama

1 comment

Kamis, 01 Januari 2009


Mengulas jiwa jiwa Satrya Pinandhita yang sudah lama terhembus masa kejayaan dan mempunyai peradaban tersendiri sampai tercipta nya candi candi yang merupakan simbol mahakarya nusantara yang di gambarkan melalui seni pahat pada batu tentang kehidupan masyarakat pada masa nya memberi nilai bahwa masyarakat sudah mengenal modernitas. Dan saat ini jarang sekali terdengar cerita cerita rakyat tentang peradaban nusantara yang hebat.

Lakon pewayangan masih bisa kita lihat saat ini, seorang dalang menampilkan babat cerita salah satu ilustrasi Satrya Pinandhita yang mampu memimpin dengan tokoh figur yang fenomenal yang mempunyai jiwa satrya yang mampu memimpin sekelompok orang dengan tingkat spiritual tinggi yang mempunyai misi Agung mengembalikan sejati nya bangsa itu sendiri dengan jiwa kemurnian yang tulus secara paripurna.

Dengan Perkembangan zaman akulturasi memperkenalkan budaya semakin merosot tidak ada yang mengajarkan generasi selanjut nya semua melihat keluar bukan ke dalam diri, maka tak heran simbol simbol yang di hidupkan oleh sekelompok orang dari luar terus di suarakan, tidak peduli apa yang terjadi pada bangsa yang di tinggali. Yang bersebranganpun akan menjadi framming halal dan haram. Etika kesopanan rasa nya sudah tak lagi menjadi panutan bernegara. Sepertinya keinginan merebut kekuasaan dengan cara licik merubah sistem bernegara adalah hal yang mutlak. Lihatlah apa yang terjadi apa yang tumbuh di masa akan datang hanya sebuah ambisi yang tidak membawa nilai nilai budi pekerti.
Sudah waktunya kembali ke tanah Ibu pertiwi seutuh nya biarkan anak generasi selanjut nya mudah mencari originalitas kebudayaan dan pengetahuan sejarah nusantara. Semoga Indikasi Fenomena alam setelah banyak di temukan candi candi atau arca peninggalan para leluhur di setiap profinsi menjadi jawaban, Gejala fenomena candi candi cukup unik selama setahun terus membuka ruang tersembunyi. Penulis hanya mengingat pada siloka Kumambange watu item sileme gabus puitih yang mengisyaratkan akan timbul kembali kejayaan.
Moment ini di manfaatkan untuk menaikkan peluang yang di dukung entitas tertinggi mengisyaratkan mengambil jatah sesuai kadar menyempurnakan keadaan.
Partai Gemah Ripah membuka jalan saat kondisi bangsa tidak bisa berlari cepat tersangkut wabah corona yang terus naik mengakibatkan ekonomi menurun.
Pendirian partai Gemah ripah tidak berdasarkan ego melainkan panggilan Rasa sejati nya.

Berkenaan Satrya Pinandhita kata yang pantas adalah orang yang mempunyai jiwa ketulusan yang membangun peradaban sesuai jati diri bangsa seutuh nya kemampuan tingkat batas ada di balik ruang hampa, semedi/hening merupakan ritual yang seharus nya membangun kesadaran.
Aksara Jawa Po Do Jo Yo Nyo memberi kandungan makna tersirat yang terus menyelimuti melalui daya pikir, daya rasa dan daya karsa bagi yang mempunyai jiwa satrya pinandhita. Langkah pengabdian Satrya Pinandhita  Mo Go Bo To Ngo yang akan tercipta kembali ke awal mula menjadi Ho No.

Hooong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng

Posted on Januari 01, 2009 by Iwan Pertama

No comments

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA