BERPOLITIK TANPA BERKOMPETISI


https://iwanpertama.blogspot.com/Iwan Pertama | Partai Politik yang sedang dalam proses untuk dirikan, diupayakan sesungguh-sungguhnya untuk memperkenalkan praxis politik yang benar-benar berbeda. Diantaranya adalah berpolitik tanpa kompetisi, tanpa upaya mengalahkan apalagi menjatuhkan pihak lain. Mungkinkah? Tidakkah ini cuma gagasan utopia?

Begini, saat manusia hidup masih dengan egonya, fokus kesadarannya ada di pikirannya, maka ia akan terjebak dengan pola hidup untuk memenuhi keinginan egoistiknya. Ia tak mengenal rancangan agung, rumusan tentang jatah. Ia akan memaksakan diri untuk meraih keinginan itu. Karena obyek keinginan itu juga menjadi keinginan orang lain, terjadilah kompetisi. Maka ada yang menang dan kalah. Itulah yang kemudian menjadi watak demokrasi modern. Para politisi berebut suara, jabatan dan kekuasaan.

Tragedi kemanusiaan kemudian muncul dari sektor politik karena upaya menjadi pemenang dalam proses kompetisi kemudian dilandasi keserakahan dan karakter angkara lainnya. Terjadilah kompetisi yang busuk, upaya mengalahkan pihak lain yang menghalalkan semua cara.

https://iwanpertama.blogspot.com/

Justru ini yang mau dirombak. Para kader partai yang dirikan Setyo Hajar Dewantoro akan digembleng untuk bisa hidup dalam kesadaran spiritual, agar mereka bisa nyuwung sehingga luruh segala keinginan egoistik. Maka setiap kader bergerak hanya untuk melakukan yang terbaik, menjadi diri sendiri dalam versi terbaik. Berpolitik bukan untuk berebut apapun tapi untuk gotong royong, kolaborasi membangun bangsa. Saat sudah melakukan yang terbaik maka kita akan mencapai rancangan agung. Kita hanya menjemput jatah. Jika jatahnya jadi anggota dewan ya biarlah terjadi. Jika jatahnya jadi Presiden ya biarlah terjadi. Jika bukan jatahnya ya sudah gak usah gela, berarti ada tugas dan jatah lain. Maka politik kemudian menjadi wahana menempa jiwa.

Baca Juga :

TUTORIAL SATOSHI BTC SECOND PROJECT

MENGENAL TOKOH SRI MULYONO HARTONO

PEMUDA BERKARYA LEWAT SANGKAMI

MERAYAKAN HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS DI ERA MILENIAL


Bisakah ini terjadi?

Setyo Hajar Dewantoro sudah buktikan bertahun-tahun bahwa saya hidup tanpa kompetisi, dan saya berhasil membuat murid2 saya banyak yang mencapai tataran itu.

Bangsa kita sudah punya modal besar untuk menjadi bangsa yang besar dan jaya. Modal dasar itu adalah Pancasila sebagai dasar negara dan jalan hidup bagi bangsa Indonesia. Kita hanya perlu bekerja memastikan Pancasila ini dihayati dengan sungguh-sunguh. Api Pancasila harus menyala di dalam sanubari setiap warga negara Republik Indonesia.

Inilah pekerjaan Bung Karno dan para founding fathers lainnya yang tertunda: membangun manusia Indonesia yang berbudaya sesuai jatidiri. Untuk meraih kejayaan sebagai sebuah negara dan bangsa, DNA keagungan bangsa Nusantara harus dibangkitkan. Setiap orang mesti menghayati ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan menyelami keneningan hingga tumbuh kesadaran bahwa kita semua berasal dari sumber yang sama, dilimpahi kasih murni dan anugerah dengan tanpa diskriminasi. Kesadaran ketuhanan ini yang memunculkan keterhubungan dengan Diri Sejati yang merupakan esensi dari jatidiri setiap manusia. Ini yang menjadi fondasi bagi spirit hunanisme universal, rasa persatuan yang mengekspresikan spirit Bhinneka Tunggal Ika, kehidupan yang selalu tertuntun hikmat kebijaksanaan, dan buahnya adalah kesejahteraan bagi semua.

Rancangan agung pada DNA bangsa Indonesia adalah menjadi bangsa spiritual, bukan bangsa yang fanatis pada agama, tetapi juga tidak terjebak pada materialisme yang mengabaikan nilai-nilai luhur yang berakar pada keterhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sudah saatnya Indonesia bangkit, kembali menjadi bangsa yang besar, dengan landasan kebudayaan yang sesuai jatidiri.

Mengikuti dinamika di Republik ini, dalam tuntunan Sang Sumber Kehidupan, saya mendirikan partai baru yang diberi nama Partai Gemah Ripah. Visi partai ini adalah Indonesia menjadi Garuda Asia.

Hari ini tiba waktunya saya mengumumkan nama partai yang dirikan Setyo Hajar Dewantoro: Partai Gemah Ripah. Nama ini muncul saat hening di Seminyak Bali. Partai ini menjadi wahana menyatunya kekuatan para patriot di Nusantara yang masih punya raga, dengan para leluhur agung yang pastinya masih peduli pada nasib negeri ini.

Semua pengambilan kebijakan di partai ini didasarkan pada Hikmat Kebijaksanaan. Kita hening untuk mendapat tuntunan dari Diri Sejati.

Maka semua kader partai memang harus setia menyelami keheningan. Hanya dengan jiwa yang murni kita bisa membangun Indonesia Raya yang Jaya.

Lewat keberadaan para patriot bangsa yang di dadanya menyala api Pancasila, Indonesia bisa menjadi Garuda Asia.

Selanjutnya kita terus berproses untuk memenuhi ketentuan dari Pemerintah RI.

Mulai hari ini, saya dengan dibantu jiwa-jiwa yang murni, bekerja keras menyiapkan partai ini agar sah secara hukum dan bisa mengikuti Pemilu 2024.


ng tergerak dan selaras mari bergabung.

Bisa hubungi WA: 0812 8326 9183