Comments

SILAHKAN APPLY KTA ANDA DAN KAMI RESPON CEPAT DENGAN SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU. TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA MOHON SIMPAN BLOG INI SEBAGAI REFERENSI HUB 0896-6212-0969 BUNGA RINGAN PROSES CEPAT

Senin, 27 Juli 2026

 

Perhatian tertuju apa ?
Dalam setiap hal orang pasti tertuju pada objek yang sangat di senangi tentu nya harus memiliki nilai yang mengubah keadaan menjadi lebih berarti. Ini akan mempengaruhi pola pikir dan menggerakkan sebuah tindakan hanya sebatas tubuh atau sebatas pikiran saja. Perhatikan saja dalam setiap hari fokus kita lebih dominan ke arah mana bahas masalah kerumitan hidup, tentang agama, tentang budaya, tentang ekonomi atau semua tema kita ambil. Kalau semua nya di ambil lihat tentang kehidupan pribadinya... Pasti ada hal yang tidak sinkron.
Inilah gunanya pembahasan tentang perhatian/fokus dia akan mampu meresapi pada titik objek yang menjadi dasar menuju satu langkah ke tingkat berikutnya. Tinggal berlatih rutinitas ke objek yang di tuju sampai menemukan kesamaan. Jika ada terbesit keinginan lepaskan ke langit yang tinggi.

Bagaimana cerita mu tentang uang ?
Tema berkenaan uang itu sangat mudah, hanya saja kita banyak membandingkan dari sisi lain yang bisa merubah keadaan.
Nah di saat ini lah tidak satupun orang yang mampu merubah selain kita sendiri tentang memahami uang.
Uang adalah sebuah angka
Uang adalah nilai transaksi
Uang adalah lembaran kertas yang memiliki nilai.
Lalu saat ini kenapa kamu belum memiliki nilai uang yang cukup besar, Bisa di jelaskan ? Belum tahu rumus nya saja dan sekarang msh bekerja di rumah, ada penghasilan , skill sudah ter asah dan membawa hasil meskipun nilai nya belum besar. Selama bekerja di rumah uang sudah tersedia. Saya tidak bermasalah dengan uang di butuhkan konsisten memanggilnya setiap hari dan saat ini melalui kesadaran bahwa uang itu sangat penting sekali dalam kehidupan maka di perlukan keseriusan dari hal kecil  terutama menyiapkan kemauan kuat pada satu titik fokus bermain energi dengan jalur baru.

1. Uang harus memiliki rumah baru / dompet/brankas
2. Fokus tema uang sampai memiliki nilai fantastis 200 miliar,  jangan ada plan b. Bentuk visualisasi, meditasi, apapun itu caranya
3. Rutinitas berimajinasi, meraba, mencium aroma nya, menarik saripati uang dengan rasa.
4. Merubah pola pikir tentang uang
5. Bersugesti uang 🤑💸💵💴💶💰💳
6. Self talk
7. Menulis
8. Meditasi

Tag : selama menjalani lihat tanda tanda yang aneh dengan kesadaran
Tanda :
- nilai uang 100ribu dengan angka kembar 22 & 66

Ayat batin tentang uang diantaranya
1. Membayangkan di saat uang berdatangan
2. Imajinasi memasukkan uang dari kepala
3. Menyerap saripati uang dengan rasa
4. Merubah dompet berwarna merah ✅
5. Rencanakan dahulu sebelum tidur dan bangun melalui visualisasi
Contoh : sebelum tidur imaginasi bahwa besok sudah ada uang 200 miliar. Dan saat bangun imaginasi kan 200 miliar sudah ada di rumah

memposisikan pikiran seperti apa?
Kondisi pada gelombang theta kisaran 4,8 hz antara menuju tidur + bangun tidur ini adalah kunci menjadi kenyataan selain itu harus pakai rasa dan theta hanya mengerti gambar. 
Cara test kondisi theta :
1. Merem
2. Bayangin kamu lagi angkat tangan
3. Kalau tangan beneran gak ke angkat
Tapi kerasa ke angkat di kepala. Kamu udah masuk ke theta

Cara melatih nya dengan napas ritme 4-2-4 pelan dan dalam

Terkait symbol ;
💰👑🌅⛩️🔑🏛
- taruhlah gabah padi di rumah

Terkait Energi :
- untuk melakukan full transformasi kemakmuran latihlah energi air membentuk kenyataan. Karena tubuh manusia terkandung 70℅ air.

Selama masih di kasih luang waktu sebisa mungkin mengasah skill tentang apapun yang bisa mengembangkan keuangan.

🙏 Apakah kamu sudah bersinergi tentang uang? Bicaralah apa adanya di dalam ruangan pikiran yang sangat jauh. Semua tulisan di atas hanya sebuah persepsi keinginan saja. Secara jujur uang blm terkoneksi sepenuhnya seperti ada sesuatu yang mengganjal / sumbatan. Ada sebuah kata2 terucap bahwa di katakan "pelit" Dan banyak pertimbangan untung / rugi. Semua terasumsikan entah dari pikiran atau perasaan

Posted on Juli 27, 2026 by Iwan Pertama

No comments

 

Latihan Perasaan dan pikiran senang


1. Bangun pagi
-Gerak 5 menit + musik semangat
-Setelah itu paksain untuk senyum 60 detik sambil inget memori paling lucu/bahagia
2. Siang
Beri 1 kebaikan ke orang (pujian, bersamal, mentraktir)
- Setelah itu paksain untuk senyum 60 detik sambil inget memori paling lucu/bahagia
3. Malam
-  menulis 3 hal baik yg kejadian hari ini sekecil apapun.
Contoh kopi pagi enak,
- Syukur tubuh
Tutup mata 2 menit sebutin dalam hati
1. Terima kasih otak sudah membantu pikiran lebih stabil
2. Terima kasih badan sudah membantu menggerakkan dengan sempurna
3. Terima kasih mata engkau terus menerangi penglihatan ku

- Setelah itu paksain untuk senyum 60 detik sambil inget memori paling lucu/bahagia

🍀Tambahan🍀
Bayangkan kamu punya mobil impian, rumah mewah atau bisnis yang omset nya meledak. Jangan cuma di bayangkan gambar nya, tapi hadirkan Rasanya. Rasa senang nya, rasa syukur nya, rasa bahwa barang itu sudah ada di tanganmu. Lakukan konsisten selama 30 hari kedepan.
Saat gelombang otak mu rileks / theta pada saat menjelang tidur.

Nb: dari sebuah penghayatan bahwa perasaan senang dan pikiran senang itu membawa faktor keberuntungan karena mengandung gelombang teta dan ucapan akan membentuk realitas atau sabdo dadi.

🔑👑🔑

*GASSS CHALLENGE 7 HARI "OTAK SENANG" DIMULAI 🔥😄*

Ini jadwal yang tinggal jalanin. Cuma 10-12 menit/hari. Tapi efeknya ke mood + tidur + fokus.

*JADWAL 7 HARI CHALLENGE BAHAGIA*

*HARI 1: RESET - "HIDUPKAN SENSOR SENANG"*
*Pagi 5 menit:* Putar lagu semangat + joget/jalan cepat. Target: keringetan dikit. 
*Malam 5 menit:* Tulis *3 Hal Baik Hari Ini* di notes HP. 
*Mantra hari ini:* _"Aku milih liat yang bagus dulu"_ 
*Playlist:* Musik 60-80 BPM - Lo-fi / Piano

*HARI 2: TUBUH - "SYUKURIN BADAN"*
*Pagi 2 menit:* Sambil mandi, sebut 3 bagian tubuh yang kamu syukuri. "Makasih mata, makasih kaki" 
*Siang 1 menit:* *Senyum 60 detik* sambil inget memori paling lucu. 
*Malam 5 menit:* Tulis 3 Hal Baik + 1 hal dari tubuh yang ngebantu kamu hari ini. 
*Playlist:* Musik alam + flute

*HARI 3: ORANG - "SEBAR KEBAIKAN"*
*Tugas utama:* Lakuin *1 kebaikan kecil* ke orang. Puji, nolongin, transfer 10rb ke temen. 
*Malam 5 menit:* Tulis 3 Hal Baik + "Gimana rasanya pas ngasih kebaikan tadi?" 
*Kenapa:* Ini hari paling ngefek. Bahagia dari ngasih itu paling awet. 
*Playlist:* Lagu nostalgia kamu umur 15-22 tahun

*HARI 4: PIKIRAN - "BERSIHIN SAMPAH OTAK"*
*Pagi 5 menit:* Tulis semua yang bikin mumet di kertas. Terus sobek/buang. 
*Malam 5 menit:* Tulis 3 Hal Baik + 1 pelajaran dari masalah hari ini. 
*Mantra hari ini:* _"Masalah = Data buat upgrade"_ 
*Playlist:* Musik Klasik Mozart K.448

*HARI 5: ALAM - "CHARGE ULANG"*
*Tugas utama:* 10 menit keluar rumah. Rasain matahari/angin. Foto 1 hal indah: langit, daun, awan. 
*Malam 5 menit:* Tulis 3 Hal Baik + deskripsikan foto tadi sedetail mungkin. 
*Playlist:* Suara hujan + piano

*HARI 6: MEMORI - "GYM HIPOKAMPUS"*
*Pagi 5 menit:* Denger 1 lagu nostalgia. Merem. Inget detail: dimana, sama siapa, bau apa, rasanya gimana. 
*Malam 5 menit:* Tulis 3 Hal Baik + 1 memori bahagia yang mau kamu ulang. 
*Playlist:* Lagu kenangan

*HARI 7: RAYAIN - "KUNCI KEMENANGAN"*
*Pagi 5 menit:* Baca ulang 21 "Hal Baik" dari 6 hari kemarin. 
*Siang:* Traktir diri sendiri sesuatu. Es krim, kopi, nonton. 
*Malam 5 menit:* Tulis: "3 Hal yang aku pelajari tentang diriku 7 hari ini" 
*Playlist:* Musik yang paling bikin kamu semangat

---

*ATURAN MAIN BIAR BERHASIL*

1.  *JANGAN SKIP 2 HARI BERTURUT* Kalo skip 1 hari gapapa. Langsung lanjut besok.
2.  *PAKE TIMER* Biar nggak kelamaan mikir. 5 menit ya 5 menit.
3.  *BUAT JURNAL DI NOTES HP* Judul: "Proyek Bahagia". Biar gampang liat progress.

*PLAYLIST SIAP PAKAI*
Cari di Spotify/YT: *"7 Days Happiness Challenge"* 
Isinya: Hari 1-2 Lo-fi, Hari 3 Nostalgia, Hari 4 Klasik, Hari 5 Alam, Hari 6-7 Semangat

Posted on Juli 27, 2026 by Iwan Pertama

No comments

Minggu, 14 Juni 2026

 


interferensi gelombang (Wave interference).


Saat 4 gelombang air bertemu di satu titik:

Jika puncak-puncaknya bertemu bersamaan (interferensi konstruktif), energi mereka dijumlahkan sehingga air bisa melonjak tinggi seperti “meledak”.

Jika puncak dan lembah saling bertemu (interferensi destruktif), gelombang justru bisa melemah atau hampir hilang.

Fenomena “ledakan air” itu sebenarnya bukan ledakan sungguhan, tetapi akumulasi energi sesaat di satu titik.


Contoh nyatanya:

Ombak dari empat arah di kolam atau laut yang bertabrakan.

Pertemuan arus di muara.

Fenomena rogue wave (Rogue wave), yaitu gelombang raksasa yang bisa muncul mendadak akibat banyak gelombang bertumpuk.


Secara sederhana: 1 gelombang = tenaga biasa

4 gelombang sinkron = tenaga berlipat

Mirip seperti empat suara speaker diarahkan ke satu titik.. suara jadi jauh lebih kuat karena energi berkumpul di sana.


Nah dalam diri. Manusia ada 4.gelombang yg bisa dilakukan bersama-sama. 


Bukan gelombang otak saja ya. Walau ada 4 jenis gelombang otak jika disatukan jdi gelombang gamma. Ada 4 jenis gelombang di tubuh manusia yang bisa di satukan dalam satu waktu. 

1. Napas kui gelombang udara (ritme hidup)

2. Jantung kui gelombang denyut (ritme darah)

3. Otak kui gelombang listrik/pikiran

4. Suara kui gelombang getaran/frekuensi


Di dalam dunia sains dan kedokteran, konsep penyatuan keempat hal tersebut (Otak + Napas + Jantung + Getaran) dikenal dengan istilah Sinkronisasi Fisiologis atau Biokoherensi. 4 hal itu dasar sabda dadi

Posted on Juni 14, 2026 by Iwan Pertama

No comments

Kamis, 28 Mei 2026

 Ketika seseorang memahami elemen dominan di dalam diri nya, maka ia akan lebih mudah menentukan lelaku yang sesuai dengan dirinya. Dari situ juga akan terlihat kemampuan apa yang bisa di optimalkan. Semua saling berhubungan dan tidak berdiri sendiri. 


Contoh jika elemen dalam diri adalah air. Maka lelaku nya akan banyak berhubungan langsung dengan cairan dan aliran kehidupan. Dalam kondisi ini  lebih di optimalkan adalah danyang dan danging yaitu frekuensi dan vibrasi yg berkaitan dengan otak dan jantung. 

Aplikasi keluar nya dapat melalui luangsangwa otak atau luwang sangwa jantung. 

1. Pada luwang sangwa otak pengaruh nya bisa ke mata sebagai visual atau telinga sehingga lebih mudah menerima wisik/sabdo

2. Luwang sangwa jantung

Pengaruhnya dapat mengalir melalui telapak tangan, telapak kaki dan juga napas melalui hidung karena semua nya berkaitan dengan vibrasi dan aliran rasa di dalam tubuh. 

Untuk penguatan yang tepat di gunakan Nisawa karena berkaitan dengan energi kehidupan dari alam semesta yg masuk melalui napas, udara, getaran dan suasana alam. 


Klo melihat gambar berarti orang dengan dominan elemen air adalah limang butha dan kandapat nya adlah cair. Sanghyang Aji adalah ya dayang 

Frekuensi, denging dan vibrasi luwang sangwa nya adalah mata, telinga, tangan, kaki dan hidung. Sebagai penguat nya Nisawa. .. 


Pola lelaku yang dilakukan leluhur secara sistematis bukan di lakukan sembarangan. Setiap orang memiliki elemen dominan yang berbeda-beda,  maka lelaku nya pun tidak di samakan. 



Mare Anak dan Mare Hyang
Dua Sambungan Kehidupan dalam Pandangan Leluhur
Dalam pemahaman leluhur, kehidupan tidak berdiri sendiri. Segala yang ada terhubung dalam rangkaian panjang yang saling menyambung dan saling menghidupi. Hubungan itu dipahami melalui dua lingkaran besar kehidupan, yaitu mare anak dan mare hyang.
Mare anak adalah ikatan keturunan. Ia merupakan sambungan darah yang menghubungkan anak, orang tua, leluhur, dan keturunan yang akan datang. Melalui mare anak, kehidupan jasmani terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tubuh manusia lahir dari tubuh manusia sebelumnya. Darah mengalir dari leluhur kepada keturunannya. Nama, watak, pengetahuan, pengalaman, dan cara hidup diwariskan melalui jalur ini. Karena itu mare anak membentuk keluarga biologis, keluarga yang disatukan oleh sambungan urip melalui keturunan.
Melalui mare anak, manusia memahami bahwa dirinya bukan awal dan bukan akhir. Ia adalah mata rantai dari kehidupan yang jauh lebih panjang daripada dirinya sendiri.
Namun leluhur memahami bahwa hubungan manusia tidak berhenti pada keluarga darah. Ada hubungan yang lebih luas, lebih besar, dan meliputi seluruh kehidupan. Hubungan itulah yang disebut mare hyang.
Jika mare anak adalah keluarga keturunan, maka mare hyang adalah keluarga kehidupan.
Kata mare dipahami sebagai ikatan, hubungan, sambungan, atau kesatuan. Sedangkan hyang adalah daya kehidupan yang membuat sesuatu hidup menurut kodratnya masing-masing.
Karena itu mare hyang adalah kesadaran bahwa seluruh yang memiliki hyang berada dalam satu rangkaian kehidupan yang sama.
Di dalam mare hyang terdapat wwanghyang, yaitu manusia yang memiliki hyang kehidupan dan kesadaran diri.
Ada binatahyang, yaitu hewan dan segala satwa yang menjalankan urip menurut kodrat kehidupannya.
Ada batahyang, yaitu pepohonan, tumbuhan, rerumputan, bunga, buah, dan segala yang tumbuh dari bumi serta menjadi penopang kehidupan.
Ada pula kalahyang, yaitu kala atau waktu yang mengatur pertumbuhan, perubahan, musim, kelahiran, perkembangan, dan kematian.
Semua memiliki hyang. Semua menjalankan perannya masing-masing. Semua saling terhubung dalam satu kesatuan kehidupan.
Karena itu dalam mare hyang, manusia tidak dipahami sebagai penguasa alam. Manusia hanyalah salah satu anggota keluarga besar kehidupan.
Wwanghyang hidup karena batahyang menyediakan pangan, udara, dan keseimbangan alam. Wwanghyang hidup berdampingan dengan binatahyang yang menjadi bagian dari siklus kehidupan. Dan seluruhnya bergerak mengikuti kalahyang yang mengatur perjalanan waktu.
Dari pemahaman inilah lahir sikap hidup leluhur yang menghormati kehidupan dalam segala bentuknya. Pohon tidak dipandang hanya sebagai kayu. Hewan tidak dipandang hanya sebagai makanan. Alam tidak dipandang hanya sebagai benda yang boleh diambil sesuka hati.
Semuanya adalah bagian dari mare hyang.
Merusak batahyang berarti merusak salah satu penyangga kehidupan. Memusnahkan binatahyang berarti merusak keseimbangan urip. Mengabaikan kalahyang berarti melawan keteraturan alam.
Karena itu manusia yang memahami mare hyang akan hidup dengan kesadaran menjaga, bukan menguasai.
Mare anak dan mare hyang sesungguhnya tidak terpisah.
Mare anak mengajarkan manusia menjaga sambungan keturunan.
Mare hyang mengajarkan manusia menjaga sambungan kehidupan.
Yang satu menjaga keluarga darah.
Yang satu menjaga keluarga semesta.
Sebab apa gunanya memiliki keturunan jika kehidupan yang diwariskan telah rusak?
Karena itulah leluhur dahulu tidak hanya memikirkan anak yang lahir hari ini, tetapi juga dunia tempat anak cucunya akan hidup kelak. Mereka menanam pohon yang buahnya belum tentu mereka makan. Mereka menjaga tanah yang hasilnya baru dirasakan generasi berikutnya. Mereka membangun kehidupan untuk masa depan.
Mereka memahami bahwa hidup bukan sekadar menikmati dunia hari ini, melainkan membentuk dunia bagi yang akan datang.
Maka manusia yang memahami mare anak akan menjaga keturunannya.
Dan manusia yang memahami mare hyang akan menjaga seluruh kehidupan.
Karena pada akhirnya, keturunan dan kehidupan semesta adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya adalah sambungan urip yang berasal dari sumber yang sama, berjalan bersama dalam waktu yang sama, dan terus hidup melalui generasi-generasi yang akan datang. Itulah makna mare anak dan mare hyang, dua sambungan yang membentuk satu kehidupan yang utuh.

Hyang Taya









Posted on Mei 28, 2026 by Iwan Pertama

No comments

 Penanggalan Leluhur Nusantara



Note: beda 2 Hari dengan kalender nasional

Paringkelan dan Pasaran sebagai Roda Kehidupan Alam

Jauh sebelum sistem kalender modern masuk ke Nusantara, leluhur telah memiliki sistem penanggalan yang sangat maju. Penanggalan itu tidak lahir dari khayalan ataupun sekadar hitungan angka, melainkan berasal dari pengamatan panjang terhadap langit, pergerakan matahari, bulan, musim, angin, tumbuhan, hewan, hingga perubahan perilaku alam dari masa ke masa.

Leluhur memahami bahwa kehidupan berjalan dalam putaran. Tidak ada yang benar-benar lurus. Siang berganti malam, musim datang lalu kembali, air menguap lalu turun menjadi hujan, benih tumbuh lalu kembali menjadi benih. Dari sanalah lahir pemahaman bahwa waktu bukan garis lurus, melainkan roda kehidupan yang terus berputar.

Karena itu penanggalan kuno Nusantara dibangun secara siklik. Setiap hari saling mengunci satu sama lain seperti gir dalam roda besar semesta. Dari perputaran itulah leluhur membaca kapan waktu baik untuk menanam, memanen, berpindah tempat, membuka perdagangan, memperbaiki rumah, hingga menentukan kapan tanah harus diistirahatkan agar tidak rusak.

Sistem ini dikenal melalui gabungan antara paringkelan dan pasaran.

Paringkelan adalah siklus enam hari kehidupan alam:

Tunglai

Haryang

Wurukung

Paniruan

Was

Mawulu

Sedangkan pasaran adalah siklus lima putaran energi:

Umanis (Legi)

Pahing

Pon

Wage

Kaliwuan (Kliwon)

Ketika dua siklus ini dipertemukan, terbentuklah putaran lengkap selama tiga puluh hari. Tiga puluh hari ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan peta kehidupan alam yang dipahami leluhur sebagai denyut jagad.

Makna Paringkelan Leluhur

Tunglai

Tunglai melambangkan daun muda, tunas, dan awal pertumbuhan. Hari ini dipahami sebagai masa munculnya kehidupan baru. Cocok untuk memulai sesuatu, menanam, menyusun rencana, dan membuka langkah awal.

Haryang

Haryang melambangkan manusia dan kesadaran hidup. Hari ini berkaitan dengan hubungan sosial, musyawarah, pembelajaran, dan penyatuan pikiran antarwarga.

Wurukung

Wurukung melambangkan hewan dan gerak naluri alam. Hari ini dianggap kuat untuk membaca tanda alam, berburu, menjaga wilayah, serta memahami perubahan cuaca dan gerak makhluk hidup.

Paniruan

Paniruan berkaitan dengan air dan arus kehidupan. Hari ini dianggap baik untuk perjalanan, perpindahan, pengairan sawah, serta pekerjaan yang membutuhkan keluwesan dan penyesuaian.

Was

Was melambangkan burung dan pertanda langit. Leluhur menghubungkannya dengan kabar, arah angin, pesan, dan perubahan yang datang dari kejauhan.

Mawulu

Mawulu melambangkan benih kehidupan. Hari ini dipahami sebagai masa penyimpanan daya, pematangan hasil, dan persiapan untuk siklus baru yang akan lahir kembali.

Makna Pasaran

Umanis (Legi)

Melambangkan kelembutan, keseimbangan, dan awal hubungan.

Pahing

Melambangkan kekuatan tenaga dan gerak kehidupan.

Pon

Melambangkan penyatuan dan keseimbangan antarunsur.

Wage

Melambangkan ketelitian, perhitungan, dan kerja.

Kaliwuan (Kliwon)

Melambangkan pusat putaran, penguncian energi, dan titik peralihan siklus.

Siklus Lengkap 30 Hari Leluhur

1. Tunglai Umanis (Legi)

Awal pertumbuhan kehidupan. Hari baik untuk memulai tanam dan membuka hubungan baru.

2. Haryang Pahing

Hari penguatan tenaga manusia dan kerja bersama.

3. Wurukung Pon

Hari membaca gerak alam dan keseimbangan lingkungan.

4. Paniruan Wage

Hari baik untuk pengairan, perjalanan, dan penataan pekerjaan.

5. Was Kaliwuan (Kliwon)

Hari pengamatan tanda alam dan perubahan arah kehidupan.

6. Mawulu Umanis (Legi)

Masa penyimpanan benih dan awal pemulihan tenaga.

7. Tunglai Pahing

Pertumbuhan yang mulai menguat dan bergerak aktif.

8. Haryang Pon

Hari penyatuan masyarakat dan pengambilan keputusan bersama.

9. Wurukung Wage

Hari kewaspadaan terhadap perubahan alam dan hama.

10. Paniruan Kaliwuan (Kliwon)

Hari arus besar perubahan dan perpindahan energi alam.

11. Was Umanis (Legi)

Hari datangnya kabar baik dan hubungan antarwilayah.

12. Mawulu Pahing

Hari penguatan cadangan pangan dan daya hidup.

13. Tunglai Pon

Pertumbuhan mulai menemukan keseimbangan.

14. Haryang Wage

Hari kerja bersama dan penyusunan aturan kehidupan.

15. Wurukung Kaliwuan (Kliwon)

Hari naluri alam berada pada puncak kekuatannya.

16. Paniruan Umanis (Legi)

Hari baik untuk perjalanan damai dan pembukaan jalur baru.

17. Was Pahing

Hari pesan dan pertanda datang dengan kuat.

18. Mawulu Pon

Hari pematangan hasil dan penyimpanan benih kehidupan.

19. Tunglai Wage

Hari pertumbuhan yang membutuhkan ketekunan dan perawatan.

20. Haryang Kaliwuan (Kliwon)

Hari penguncian keputusan dan pusat musyawarah masyarakat.

21. Wurukung Umanis (Legi)

Hari keseimbangan antara naluri alam dan kelembutan hidup.

22. Paniruan Pahing

Hari arus kuat, cocok untuk perpindahan dan kerja besar.

23. Was Pon

Hari penyatuan pesan dan hubungan antarkelompok.

24. Mawulu Wage

Hari penyimpanan hasil panen dan perhitungan kebutuhan hidup.

25. Tunglai Kaliwuan (Kliwon)

Hari inti pertumbuhan dan perubahan besar siklus alam.

26. Haryang Umanis (Legi)

Hari hubungan manusia kembali dilembutkan dan diseimbangkan.

27. Wurukung Pahing

Hari kekuatan alam bergerak aktif dan penuh tenaga.

28. Paniruan Pon

Hari keseimbangan arus kehidupan dan hubungan wilayah.

29. Was Wage

Hari pembacaan tanda-tanda perubahan sebelum siklus berakhir.

30. Mawulu Kaliwuan (Kliwon)

📌



Hari penutup siklus. Benih kehidupan disimpan kembali sebelum lahir putaran baru.

Dalam pandangan leluhur Nusantara, penanggalan bukan sekadar alat menghitung hari. Penanggalan adalah cara membaca kehidupan. Setiap putaran hari dianggap memiliki watak, gerak, dan pengaruh terhadap manusia serta alam sekitarnya.

Karena itu leluhur hidup tidak melawan alam. Mereka hidup mengikuti irama semesta. Dari sanalah lahir keseimbangan antara manusia, tanah, air, tumbuhan, hewan, dan langit.

Sistem inilah yang menjadi salah satu fondasi besar peradaban Nusantara. Sebuah warisan ilmu titen dan astronomi kuno yang menunjukkan bahwa leluhur telah memahami hubungan antara waktu, alam, dan kehidupan jauh sebelum datangnya sistem kalender modern.

📌


[3/6 20.54] Jowo: Dalam pembagian jagat kosmos tradisional (Makrokosmos dan Mikrokosmos), Tangan Kanan melambangkan hal-hal yang bersifat positif, aktif, pertumbuhan, dan kehidupan. Sebaliknya, Tangan Kiri melambangkan hal-hal yang bersifat pasif, spiritualitas dalam, transisi, atau waspada.Berdasarkan lambang atau watak asli dari ke-6 hari Sadwara (Paringkelan), berikut adalah pembagian mana yang layak ditempatkan di tangan kanan dan mana yang di tangan kiri:1. Kelompok Tangan Kanan (Energi Hidup & Pertumbuhan)Hari-hari ini diletakkan di Tangan Kanan karena watak simbolnya melambangkan siklus kehidupan yang nyata, produktif, dan membawa energi tumbuh ke atas.Mawulu (Benih / Taru)Makna: Melambangkan bakal buah, benih tumbuhan, atau awal kehidupan. Sangat cocok di tangan kanan karena mewakili awal dari aksi nyata dan kesuburan yang tampak.Aryang (Manusia / Wong)Makna: Melambangkan kedudukan manusia sebagai pelaku utama kehidupan di bumi. Tangan kanan adalah tangan utama manusia untuk bekerja, berkarya, dan berinteraksi sosial.Tungle (Daun / Godong)Makna: Melambangkan proses tumbuhnya daun hijau yang menyerap energi matahari untuk memberi makan seluruh pohon. Ini adalah simbol metabolisme, kesehatan, dan perlindungan luar.

[3/6 20.55] Jowo: . Kelompok Tangan Kiri (Energi Spiritual, Penjagaan & Transisi)Hari-hari ini diletakkan di Tangan Kiri karena wataknya berhubungan dengan alam bawah sadar, insting purba, dunia fauna (hewan), serta ruang kewaspadaan spiritual.Wurukung (Hewan / Sato)Makna: Melambangkan nafsu hewani atau insting bertahan hidup yang tak terlihat. Diletakkan di kiri sebagai simbol bahwa insting atau nafsu ini harus dikendalikan dan dijaga agar tidak liar.Paningron (Ikan / Mina)Makna: Melambangkan makhluk air yang hidup di kedalaman misterius bawah air. Ini melambangkan kedalaman batin, intuisi, spiritualitas tersembunyi, dan rezeki yang harus "dipancing" dari bawah sadar.Uwas (Burung / Peksi)Makna: Melambangkan kebebasan jiwa dan angin. Burung terbang bebas menjembatani bumi dan langit. Tangan kiri memegang kendali atas ruang spiritual dan pelepasan (transisi) ini.

[3/6 20.55] Jowo: Saat jenengan  mempraktikkan hitungan pasaran 30 hari yang tadi dikunci per jari, pembagian tangan ini memperjelas fungsi visualnya:Jika hari Paringkelannya jatuh pada Tungle, Aryang, atau Mawulu, gunakan Jari Tangan Kanan Anda sebagai pusat hitungan karena energinya sedang mengarah pada urusan fisik/duniawi (rezeki, pekerjaan, kesehatan).Jika hari Paringkelannya jatuh pada Wurukung, Paningron, atau Uwas, gunakan Jari Tangan Kiri Anda sebagai pusat hitungan karena energinya sedang mengarah pada urusan batin/spiritual (introspeksi, tolak bala, pembersihan diri)


Hitungan hari sial :

1. Tungle (Ringkel Daun)Maksudnya: Hari ini adalah waktu yang lemah bagi pepohonan besar dan tumbuhan berdaun.Pantangan: Orang zaman dahulu dilarang menebang pohon atau memetik daun pada hari ini karena dipercaya bisa merusak alam atau membawa sial.


2. Aryang (Ringkel Manusia)Maksudnya: Hari ini adalah waktu di mana kondisi fisik dan mental manusia berada di titik paling lemah.Pantangan: Manusia dilarang melakukan pekerjaan berat, membuat keputusan besar, atau melakukan perjalanan jauh karena tubuh sedang rentan sakit atau celaka.

3. Warukung (Ringkel Hewan)Maksudnya: Hari yang lemah bagi hewan berkaki empat seperti sapi, kerbau, atau kambing.Pantangan: Tidak boleh menyembelih, mempekerjakan (seperti membajak sawah), atau memindahkan kandang hewan berkaki empat agar hewan tidak stres atau mati.


4. Paningron (Ringkel Burung)Maksudnya: Hari yang lemah bagi semua jenis unggas dan burung.Pantangan: Dilarang berburu burung atau memindahkan ayam dan bebek ke kandang baru karena hewan-hewan ini sedang mudah mati atau hilang.


5. Uwas (Ringkel Ikan)Maksudnya: Hari yang lemah bagi semua makhluk yang hidup di air.Pantangan: Nelayan atau masyarakat dilarang menjala ikan atau menguras kolam karena dipercaya hasil tangkapan akan buruk atau merusak ekosistem air.


6. Mawulu (Ringkel Benih)Maksudnya: Hari yang lemah bagi benih, biji-bijian, dan tanaman pangan yang baru tumbuh.Pantangan: Petani dilarang menanam padi atau menyemai benih pada hari ini karena tanaman dipercaya akan gagal tumbuh atau diserang hama.


📌 Hari pasaran 

Angka Pasaran (Pancawara)

Kliwon: 8

Legi: 5

Pahing: 9

Pon: 7

Wage: 4


Angka Paringkelan (Sadwara)

Tungleh: 7

Aryang: 6

Wurukung: 5

Paningron: 8

Uwas: 9

Mawulu: 3


Kenapa 1 dan 2 tidak tertulis karena 

1 melambangkan tentang manusia

2. Keinginan


🔖



Posted on Mei 28, 2026 by Iwan Pertama

No comments

Minggu, 19 April 2026

 Dr. Hideki Wada, seorang psikiater berusia 61 tahun yang ahli dalam kesehatan mental LANSIA, baru-baru ini menerbitkan buku berjudul “Tembok Berusia 80 Tahun.” Begitu buku ini diluncurkan, penjualannya langsung meledak—lebih dari 500.000 eksemplar terjual, dan diprediksi akan menembus 1 juta kopi. Buku ini kemungkinan besar akan menjadi buku terlaris di Jepang tahun ini.


Berikut ini 44 pesan bijak dari Dr. Wada yang patut dibaca dan dibagikan, terutama kepada orang tua tercinta:


1. Tetaplah berjalan setiap hari, walau pelan-pelan.


2. Saat kesal, tarik napas panjang dan tenangkan diri.


3. Lakukan gerakan ringan agar tubuh tidak kaku.


4. Kalau pakai AC di musim panas, perbanyak minum air.


5. Jangan malu pakai popok jika perlu - justru itu mem bantu kita lebih bebas bergerak.


6. Banyak mengunyah bikin otak dan tubuh lebih aktif.


7. Lupa bukan karena usia, tapi karena otak jarang dipakai.


8. Tidak semua masalah harus diatasi dengan banyak obat.


9. Jangan terlalu memaksa menurunkan tekanan darah dan gula darah.


10. Sendiri bukan berarti kesepian, bisa jadi itu waktu bersantai


11. Malas-malasan itu wajar, apalagi kalau memang lelah.


12. Kalau sudah tidak bisa nyetir aman, lebih baik berhenti daripada celaka.


13. Lakukan hal yang kamu sukai, hindari yang bikin stres.


14. Umur boleh tua, tapi keinginan alami tetap bisa dirasakan.


15. Jangan cuma diam di rumah - cari udara segar dan lihat dunia luar.


16. Makanlah yang kamu suka, asal tidak berlebihan. Sedikit gemuk tidak apa-apa.


17. Lakukan segala hal dengan perlahan dan hati-hati.


18. Jauhi orang yang membuatmu merasa tidak nyaman.


19. Kurangi waktu di depan TV dan HP.


20. Kadang lebih baik berdamai dengan penyakit daripada memaksakan sembuh.


21. "Selalu ada jalan" - kalimat ini bisa jadi kekuatan saat kita merasa buntu.


22. Makan buah dan sayur segar itu penting.


23. Mandi tidak perlu lama-lama, cukup 10 menit.


24. Kalau tidak bisa tidur, jangan dipaksakan.


25. Hal-hal yang bikin hati bahagia bisa menjaga otak tetap aktif.


26. Jangan terlalu memendam, katakan saja apa yang ingin dikatakan.


27. Cari dokter keluarga yang kamu percaya sejak dini.


28. Tidak perlu selalu mengalah. Kadang jadi “orang tua nakal” itu sehat.


29. Tidak apa-apa kalau kadang pendapat kita berubah.


30. Demensia di akhir hidup bisa jadi cara Tuhan membuat kita tenang.


31. Kalau berhenti belajar, kita cepat menua.


32. Tidak perlu kejar kehormatan - yang ada saat ini sudah cukup.


33. Kepolosan itu keistimewaan orang tua.


34. Hidup kadang merepotkan, tapi justru itu yang membuatnya menarik.


35. Berjemur di bawah matahari bisa bikin hati senang.


36. Berbuat baik pada orang lain itu membawa kebaikan juga buat kita.


37. Jalani hari ini dengan santai.


38. Punya keinginan itu pertanda kita masih hidup dan punya semangat.


39. Selalu berpikir positif.


40. Tarik napas dengan lega, hidup tak perlu diburu-buru.


41. Kamu yang menentukan bagaimana kamu ingin menjalani hidupmu.


42. Terima segala hal yang terjadi dengan hati tenang.


43. Orang yang ceria biasanya disukai banyak orang.


44. Senyuman bisa membawa banyak berkah.


Silakan bagikan pesan ini kepada semua ORANG TUA dan LANSIA  yang Anda kenal.


Karena mereka berhak untuk hidup bahagia, sehat, dan menikmati masa tuanya dengan damai. 🌿🙂


*Salam Sehat Selalu *🙏🏻💪☕

Posted on April 19, 2026 by Iwan Pertama

No comments

Sabtu, 13 Desember 2025

 Rutinitas jeda nafas Isi


Bertujuan melepaskan segala unsur yang kita rasakan

1. Rileks kan seluruh tubuh

2. Duduk tegap

3. Tarik nafas maksimal lalu tekan di perut selama mungkin niatkan segala problema hidup (ketakutan, hutang, lemah, pengangguran, malas) lalu hembuskan.. 

4. Rasakan reaksinya setelah sering melakukan


Rutinitas jeda nafas kosong

Bertujuan mendapatkan wawasan/wangsit secara eksplisit menarik energi bagus

1. Rileks kan seluruh tubuh

2. Duduk tegap

3. Hembuskan nafas maksimal lalu tekan di perut selama mungkin niatkan batin ku lebih peka. 

4. Rasakan reaksinya setelah sering melakukan. 


💥 Ayat batin Tentang Keinginan 💥

27 Februari 2026 kamis mlm jumat

Orang tua pernah mengajarkan  "raihlah cita-citamu setinggi langit" 

Kalimat tersebut sepintas tidak memiliki makna apa pun. Di usia dewasa 40 tahun ke atas kalimat ini menjadi sangat penting, dengan duduk termenung menyikapi tentang makna hidup dan pada masa digitalisasi semakin gencar saat ini, seakan jiwa ini di pacu segala sumber daya termasuk tubuh, pikiran dan perasaan untuk terus menggapai sebuah materi. Meskipun materi belum pernah datang secara nyata terwujud yang ada hanya tersisa afirmasi, halusinasi serta ilusi yang terus di lakoni, Mirip seperti kerbau hidung di ikat tali lalu di tarik. 

Semua keinginan harus di masukkan ke dalam data tubuh manusia dan tidak terpikirkan bahwa tubuh memiliki kapasitas nya, kalau untuk rutinitas bukan berdoa yaitu dengan cara memberi pupuk kepada wadah supaya tumbuh dan berkembang dari sini anda harus bisa membedakan mana pupuk dan mana meminta. Indikasi terkait permintaan berlebihan jikalau anda sakit itu pertanda kapasitas RAM sudah penuh, kalau orang yang belum mengerti dia akan terus melakoni sampai pada titik nadir nya seharusnya berhenti sejenak lalu diam biarkan tubuh yang berbicara bukan pikiran. Jangan terjebak drama sinetron, spiritual, tontonan. Apapun keinginan terbesar maupun yang terkecil kembalikan atau lepaskan ke langit yang lebih tinggi biarkan bekerja secara alami dan anda akan merasakan tubuh ini merasa lega tanpa beban ikatan. 

Pastikan Sebelum berdoa keinginan lihat dahulu kondisi batin mu dengan kesadaran jangan pada posisi statis atau murung melainkan kondisi penuh berdaya dan bawalah doa tersebut dengan aura jiwa yang sangat luas istilahnya menggema yang menggema adalah kondisi jiwa yang berdaya


💥 Ayat Batin Tentang Lingga 💥

Ayat yg sangat nyleneh tetapi setelah diresapi oh maksudnya itu. Inilah rahasia yang banyak di perbincangkan namun di buat satir sehingga orang tak bisa menalar nya, memang seharusnya tersembunyi buat yg awam yang tak mau membuka kesadaran batin. Berbicara seks memuat mitos kesakralan tapi tidak berbicara hubungan seksual nya melainkan tentang pertanda hidup nya Lingga di saat tidur padahal semua organ bergerak lambat. Pesan Saat lingga berdiri kuat yaitu membangun frekuensi tinggi siap memancar jika terjadi sebuah hubungan akan "menjadi ada" Jika sendiri menciptakan "ada" Tetapi orang itu harus sadar betul untuk mengarahkan/menyalurkan bayangan perwujudan setidaknya bersugesti. Yitmo terbangun dari kesakralan. 


Pelajaran hidup petuah orang dahulu

Batin mengarahkan berulang ulang tentang kejadian di masa kecil mengenai sesuatu yang berkenaan tentang gigi yang gingsul. Semasa kecil pastinya tidak tahu cara memecahkan solusi karena ilmu pengetahuan yang di dapat terlalu minim. Dan ada petuah orang tua dahulu dan itu merupakan pengalaman turun temurun sebagai solusi nya. "Nanti kalo mau buang air besar di saat posisi ngeden gigi yang gingsul itu sekalian ditekan"

Dengan mengikuti petuah tersebut memang butuh proses kisaran 6 bulan lamanya dan hal tersebut bisa merubah posisi gigi dan petuah tersebut menjadi nyata. 

Dengan usia saat ini beranjak dewasa kejadian itu memberikan kesadaran mengenai penting nya anatomi tubuh dan gerakan nya tanpa berdoa. Ini ada kaitan yang pernah membaca tentang "jeda nafas kosong" Hampir mirip sama orang yang mau melahirkan, ada nafas yang terakhir menghasilkan daya energi. Dan orang yang melahirkan tersebut juga merasa kaget atau heran dan di dalam benak batinnya, pasti bicara "kok bisa keluar!!?? Dan juga terdapat hukum reaksi. Bagaimana jika tidak bereaksi pasti tidak membawa apa-apa. 

Kesimpulan :

Manfaat kan pelajaran ini untuk di renungi dan ambil pengetahuan nya, itu baru ada sebuah gerak, bagaimana jika di gunakan dengan sugesti?  

#nafas #tahannafas #pikiran #batin #fokus

Posted on Desember 13, 2025 by Iwan Pertama

No comments

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA